Tampilkan postingan dengan label Islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Islam. Tampilkan semua postingan

Senin, 01 Juni 2009

Diri Kita Tatkala Di Dalam Perut Ibunda

Para sahabat yang aku cintai. Kali ini kita akan memundurkan waktu sejenak dan melihat apa yang terjadi pada diri kita tatkala kita berada di dalam rahim ibunda kita. Sungguh begitu Agungnya Sang Illahi membentuk, menjaga dan memelihara diri kita. Kasih Sayang-Nya meliputi seluruh alam semesta. Sungguh Engkau-lah TUHAN kami Yang Maha Pengasih.

Foto-foto di bawah ini memperlihatkan proses apa saja yang terjadi pada sang janin hingga pada akhirnya ia menjadi seorang manusia. Prosesnya dijelaskan secara bertahap dimulai dari minggu ke 8. Mari kita mulai perjalanan ini.

“Dengan menyebut nama TUHAN Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang”
“Dialah yang membentuk kamu dalam rahim sebagaimana dikehendaki-Nya.
Tak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (QS 3:6)

































Dimulai pada minggu ke 4-8:
Terjadi pembentukan awal embrio (manusia dini) yang sudah memiliki sistim vaskuler (peredaran darah). Jantung janin mulai berdetak, dan semua organ tubuh lainnya mulai terbentuk. Muncul tulang-tulang wajah, mata, jari kaki, dan tangan. Pada fase ini pun sudah terbentuk kantung ketuban yang terdiri dari dua selaput tipis. Selaput ini berisi air ketuban tempat bayi terapung di dalam rahim. Air ketuban akan menjaga bayi dari cedera akibat benturan dari luar selama masa kehamilan.

















Pada minggu ke 8-12:
Organ-organ tubuh utama janin telah terbentuk. Bentuk kepalanya pun kini lebih besar dibandingkan dengan badannya, sehingga dapat menampung otak yang terus berkembang dengan pesat. Ia juga telah memiliki dagu, hidung, dan kelopak mata yang jelas. Di dalam rahim, janin mulai dapat melakukan aktifitas seperti menendang dengan lembut.

Pada minggu ke 12-16:
Paru-parunya janin mulai berkembang dan detak jantungnya dapat didengar melalui alat ultrasonografi (USG). Wajahnya mulai dapat membentuk ekspresi tertentu, dan di matanya mulai tumbuh alis dan bulu mata. Kini ia dapat memutar kepalanya dan membuka mulut. Rambutnya mulai tumbuh kasar dan berwarna. Bahkan kakinya pun sudah tumbuh lebih panjang dari tangannya.

















Pada minggu ke 16-20:
Hidung dan telinga tampak jelas, kulit merah, rambut mulai tumbuh, dan semua bagian sudah terbentuk lengkap. Pembuluh darah terlihat dengan jelas pada kulit janin yang tipis. Tubuhnya ditutupi rambut halus yang disebut lanugo. Si kecil kini mulai lebih teratur dan terkoordinasi. Ia bisa mengisap jempol dan bereaksi terhadap suara ibunya.

Pada minggu ke 20-24:
Pada saat ini, alat kelaminnya mulai terbentuk, cuping hidungnya terbuka, dan ia mulai melakukan gerakan pernapasan. Pusat-pusat tulangnya pun mulai mengeras. Selain itu, kini ia mulai memiliki waktu-waktu tertentu untuk tidur.
















Berkat teknologi 3D Ecography, anda bisa melihat sang janin dengan jelas, bahkan ekspresi wajahnya...
















Pada minggu ke 24-28:
Di bawah kulit, lemak sudah mulai menumpuk. Di kulit kepala rambut mulai bertumbuhan, kelopak matanya membuka, dan otaknya mulai aktif. Ia dapat mendengar sekarang, baik suara dari dalam maupun dari luar (lingkungan). Ia dapat mengenali suara ibunya dan detak jantungnya bertambah cepat jika ibunya berbicara
















Pada minggu ke 28-32:
Walaupun gerakannya sudah mulai terbatas karena beratnya yang semakin bertambah, namun matanya sudah mulai bisa berkedip akibat melihat cahaya melalui dinding perut ibunya. Kepalanya sudah mengarah ke bawah. Paru-parunya belum sempurna, namun jika saat ini ia terlahir ke dunia, si kecil kemungkinan besar telah dapat bertahan hidup. Si kecil kini sudah terbentuk dengan sempurna.

Pada minggu ke 36:
Sang bayi kerap berlatih bernafas, mengisap, dan menelan. Rambut-rambut halus di sekujur tubuhnya telah menghilang dan badannya menjadi lebih bulat. Bayi yang dikandung oleh sebagaian wanita yang hamil untuk pertama kalinya akan mengalami penurunan, yaitu turunnya kepala ke rongga panggul (bayi sudah “turun”).

Pada minggu ke 38:
Kepalanya telah berada pada rongga panggul, siap untuk dilahirkan. Hal tersebut menunjukkan bahwa waktu persalinan sudah dekat. Kini, sang bayi seolah-olah “mempersiapkan diri” bagi kelahirannya ke dunia.
















Pada minggu ke 40 [9 Bulan]:
Apa yang dulunya hanyalah sebuah sel, sekarang telah menjadi manusia. Dalam beberapa hari, plasenta akan mengambil alih dan memberi sinyal bahwa bayi telah siap untuk dilahirkan. Sang bayi masih tidur dengan tenang di dalam rahim ibunya. Ia tidak mengetahui bahwa sesaat lagi ia akan meninggalkan “rumah”nya untuk melewati proses terbesar dalam kehidupannya yaitu KELAHIRAN! Walaupun proses ini menyakitkan bagi sang ibu dan sang bayi tetapi melalui hal inilah…

KEAJAIBAN KEHIDUPAN TERJADI!

“Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam” (QS 1:2)

Sumber : Yang Mengenal Dirinya, Mengenal Tuhannya
Selengkapnya...

Kamis, 21 Mei 2009

IKHLAS YANG SEMPURNA

Ikhlas itu suatu perbuatan yang dilakukan tanpa mengharap apapun kecuali mendapat pahala dari Allah... Dan ikhlas itu perbuatan yang sulit sekali dilakukan,,, padahal suatu pekerjaan yang dilakukan dengan ikhlas bukan hanya mendapatkan pahala di akhirat kelak tapi juga akan memberikan kekuatan dan keberanian dalam bertindak...

Tapi kenyataannya untuk mencapai ikhlas itu sangatlah sulit... Ketika kita menolong seseorang tapi dengan niat ingin dipuji oleh orang lain maka itu akan menjadi sia-sia belaka...

Betapapun besarnya bantuan kita terhadap orang tersebut namun jika niat kita bukan karena Allah semata maka itu sungguh sia-sia karena tidak akan mendapat pahala... Jadi kunci utama dari ikhlas adalah niat dalam hati kita...

Ketika kita melihat orang yang sedang kesusahan dan dalam hati kita berkata “Andai saja aku punya banyak uang, maka aku akan menolongnya”,,, sekedar diniatkan dengan ikhlas walaupun niat itu belum terwujud, Allah telah mencatatkan pahala buat kita...

Jadi ikhlas juga cerminan hati kita yang bersih... Dan untuk bisa ikhlas tidaklah mudah, banyak sekali rintangan yang harus kita hadapi... Karena banyak sekali godaan yang tak henti-hentinya mengganggu kita... Dan setan itu akan terus menggoda seseorang yang mempunyai niat yang baik...

Agar kita bisa berbuat ikhlas mungkin kita harus memperbanyak berdoa kepada Allah agar seluruh amalan kita menjadi ikhlas hanya mengharap ridho dari-Nya bukan karena orang lain...

Selalu menyembunyikan amal kebaikan kita yaitu melakukan kebaikan tanpa diketahui oleh orang lain... Merasa takut kalau amal perbuatan kita tidak di terima Allah, takut kalau kebaikan kita hanya sia-sia belaka... Karena keikhlasan itu tidak hanya ketika kita sedang melakukan amal kebaikan,,, namun keikhlasan itu harus ada baik sebelum atau sesudah kita melakukan amal kebaikan...

Ikhlas itu persoalan hati,,, hanya Allah saja yang bisa mengetahui hati kita,,, ikhlas ibarat sebuah jarum di malam gelap gulita, yang tak akan pernah terlihat sebelum ada cahaya yang meneranginya...

Menilai seseorang apakah ia ikhlas atau tidak dalam beramal itu sangat sulit,,, karena kita tak pernah tau hati seseorang... Ikhlas juga bagaikan jiwa sementara amal perbuatan adalah tubuhnya...

Ikhlas ternyata begitu sangat penting dalam berbuat... Karena ikhlas,,, seseorang akan menerima apa pun yang ada pada dirinya... Dia akan menerima setiap kekurangan yang ada pada dirinya,,, menerima jika dia memiliki hidung tidak mancung,jadi tidak perlu melakukan operasi plastik,,, menerima kalau dia terlahir cacat,,, jadi tidak merasa rendah diri,,, menerima kalau dia dilahirkan dari keluarga miskin jadi dia tidak usah usah berbuat jahat untuk menjadi kaya tapi justru dia akan giat bekerja untuk tidak miskin lagi...

Sudahkah kita ikhlas??? semoga saja kita termasuk dari orang-orang yang selalu ikhlas... Baik terhadap diri kita maupun terhadap orang lain... Semoga kita tidak termasuk ke dalam golongan “riya” karena kebalikan dari “ikhlas” adalah riya... Karena sifat itu sangat dicela oleh Allah... Tapi kadang kita sering lupa terhadap pujian yang kita terima sehingga kita menjadi sombong dan lupa diri...

Selengkapnya...

Minggu, 17 Mei 2009

Memilih Menjadi Dewasa

Khoirunnisa

Idealnya setiap kita dalam rambatan usianya bertanya “Sudahkah kita membijak dalam masa penuaan ini??? Penting ditanyakan karena dewasa bukanlah keniscayaan akumulasi usia ataupun sesuatu yang berbanding lurus sejalan bertambahnya usia kita,,, akan tetapi dewasa adalah pilihan bagi mereka yang memilih untuk menjadi matang dalam usianya atau bukan pada usianya... Jadi jangan heran kalau dalam sebuah komunitas keluarga misalnya,,, seorang adik lebih dewasa lebih dewasa dari kakaknya atau bahkan dari orang tuanya sendiri...

Membincang tentang kedewasaan tentu tak akan terlepas dari definisi... Definisi dewasa itu sendiri masih diperdebatkan dan juga tidak sesederhana yang dibayangkan. Jika kita melihat dari sudut pandang hukum,,, Undang-undang nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak (UUPA) memaparkan dalam Pasal 1 bahwa anak adalah orang yang belum berusia 18 tahun... Pasal ini jelas menjadikan usia sebagai standar kedewasaan seseorang... Sebuah standar adopsi dari Konvensi Hak Anak Dewan Umum PBB pada 20 November 1989 yang diratifikasi oleh perwakilan Indonesia pada tahun 1990 melalui Konvensi Hak Anak (KHA)...

Berbeda sekali jika kita melihat definisi dewasa dari kacamata sosiologis masyarakat indonesia yang heterogen... Setiap masyarakat berdasarkan kultur dan budaya masing-masing memiliki pemaknaan yang berbeda-beda... Namun secara umum mayoritas masyarakat Indonesia melihat kedewasaan berdasarkan kecerdasan intelektual,,, emosional,,, dan spiritual... Nilai-nilai inilah yang kiranya baik kita terapkan dan berdayakan.

Memilih dewasa adalah sebuah pilihan yang mengantarkan kita pada posisi-posisi yang memuliakan dan mendamaikan,,, karenanya menjadi dewasa adalah pilihan yang menarik bukan??? Jangan mengererutkan kening dulu ataupun tidak setuju! Memang menjadi dewasa adalah pilihan yang beresiko,,, tapi mengapa harus tetap dipilih??? Karena hidup perlu percepatan,,, perlu kinerja maksimal dan yang paling penting adalah hidup adalah sebuah pertangungjawaban...

Siapakah sosok dewasa yang patut menjadi suri tauladan??? Jawabannya adalah Nabi Muhammad saw. Beliau adalah satu dari sekian banyak sosok dewasa yang patut kita teladani... Sesosok pemimpin yang berhasil mengekspansi Islam hingga ke seluruh dunia... Manusia yang dalam dirinya terkumpul contoh-contoh yang baik... Seorang yang terakui kecerdasan intelektual, emosional, dan spiritualnya...

Kedewasaan sebuah lembaga juga bisa terlihat dari terpenuhinya indikator-indikator di atas... Mengingat lembaga adalah sebentuk organisasi di mana di dalamnya adalah orang-orang yang memiliki tujuan yang sama... Maka sudah barang tentu kedewasaan lembaga harus dibangun dari SDM yang ada di dalamnya...

Awali hari dengan berucap dan bersikap dalam kepantasan-kepantasan menjadi dewasa. Semangat!

Sumber : Daarut Tauhid Jakarta
Selengkapnya...

Kamis, 14 Mei 2009

Ciri Kedewasaan

Aa Gym

Alhamdulillaahirabbil 'aalamiin,,, Allahumma shalli 'ala Muhammad wa 'ala aalihi washahbihii ajmai 'iin... Semoga Allah yang mengenggam langit dan bumi,,, membuka pintu hati kita semua agar dapat memahami hikmah dibalik kejadian apapun yang menimpa... Dan semoga Allah membimbing kita untuk bisa menyikapi kejadian apapun dengan sikap terbaik kita...

Ciri khas umat Dewasa diawali dengan Diam Aktif... Yaitu kemampuan untuk menahan diri dalam berkomentar... Orang yang memiliki kedewasaan dapat dilihat dari sikap dan kemampuannya dalam mengendalikan lisannya... Seorang anak kecil, saudaraku apa yang dia lihat biasanya selalu dikomentari...

Orang tua yang kurang dewasa mulutnya sangat sering berbunyi,,, semua hal dikomentari. Ketika dia melihat sesuatu langsung dipastikan akan dikomentari,,, ketika menonton televisi misalnya. Komentar dia akan mengalahkan suara dari televisi yang dia tonton... Penonton tv yang dewasa itu senantiasa bertafakur,,, acara yang dia tonton senantiasa direnungkan (tentunya acara yang bermanfaat) dan memohon dibukakan pintu hikmah kepada Allah, Subhanallah...

Ketika menyaksikan demonstrasi dia bertafakur... "beginilah kalau negara belum matang, setiap waktu demo”,,, kata-kata yang dikeluarkan jauh dari kearifan... Ternyata sangat mudah menghina,,, mencaci,,, dan memaki itu "Seseorang yang pribadinya matang dan dewasa bisa dilihat dari komentar-komentarnya,,, semakin terkendali insya Allah akan semakin matang...

Ciri kedewasaan selanjutnya dapat dilihat dari empati... Anak-anak biasanya belum dapat meraba perasaan orang lain,,, orang yang bertambah umurnya tetapi tidak dapat meraba perasaan orang lain berarti belum dapat disebut dewasa...

Kedewasan seseorang dapat dilihat dari keberanian melihat dan meraba perasaan orang lain... Seorang ibu yang dewasa dan bijaksana dapat dilihat dari sikap terhadap pembantunya yaitu tidak semena-mena menyuruh... Walaupun sudah merasa menggajinya tetapi bukan berarti berkuasa... Bukankah ketika kita di kantor lembur pasti ingin dibayar lebih??? Tetapi pembantu lembur tidak ada lebihan gaji??? Semakin orang hanya mementingkan perasaannya saja maka akan semakin tidak bijaksana. Semakin orang bisa meraba penderitaan orang lain insya Allah akan semakin bijak... Percayalah,,, tidak akan bijaksana orang yang hidupnya hanya memikirkan perasaannya sendiri...

Orang yang dewasa, cirinya hati-hati (Wara’) dalam bertindak... Orang yang dewasa benar-benar berhitung,,, kehati-hatian memilih kata,,, mengambil keputusan,,, mengambil sikap,,, karena orang yang tidak dewasa cenderung untuk bersikap ceroboh... Orang yang dewasa terlihat dalam kesabarannya (sabar),,, kita ambil contoh,,, di dalam rumah seorang ibu mempunyai 3 orang anak,,, yang satu menangis,,, kemudian yang lainnya pun ikut menangis sehingga lama-kelamaan menjadi empat orang yang menangis... Mengapa??? karena ternyata ibunya menangis pula...

Ciri orang yang dewasa adalah sabar,,, dalam situasi sesulit apapun lebih tenang,,, mantap dan stabil. Sahabat-sahabat,,, seseorang yang dewasa benar-benar mempunyai sikap yang amanah,,, memiliki kemampuan untuk bertanggung jawab... Untuk melihat kedewasaan seseorang dapat dilihat dari kemampuannya bertanggungjawab... nafkah yang halal dan mendidik anak istrinya...

Sebagai contoh,,, seorang ayah dapat dinilai bertanggung jawab atau tidak yaitu dalam cara mencari... Bukan masalah kehidupan dunia yang menjadi masalah,,, tetapi mampu atau tidak mempertanggungjawabkan anak-anak ketika pulang ke akhirat nanti... Ke surga atau neraka??? Oleh karena itu orang tua harus bekerja keras untuk menjadi jalan kesuksesan anak-anaknya di dunia dan akhirat...

Pernah ada seorang teman menyekolahkan anak-anaknya ke luar negeri,,, tetapi ketika ditanya tentang sholatnya ternyata tidak berjalan dengan baik karena orang-orangnya tidak ada yang sholat sehingga melakukannya pun hanya kadang-kadang... Apalagi shalat Jumat,,, sangat jarang dilaksanakan,,, dengan alasan masjidnya jauh...

Lalu kenapa disekolahkan di Luar Negeri??? alasannya adalah sebentar lagi globalisasi,,, ketika perdagangan bebas anak harus disiapkan... Tetapi bagaimana jika sebelum perdagangan bebas anaknya meninggal dunia??? sudah disiapkan belum pulang ke akherat??? orang yang dewasa akan berpikir keras bagaimana anak-anaknya bisa selamat? Jangan sampai di dunia berprestasi tapi di akherat celaka...

Sahabat-sahabatku,,, tidak cukup merasa bangga dengan menjadi tua,,, mempunyai kedudukan,jabatan,,, karena semua itu sebenarnya hanyalah topeng,,, bukan tanda prestasi... Prestasi itu adalah ketika kita semakin matang,,, dan semakin dewasa...

Kesuksesan kita adalah bagaimana kita bisa memompa diri kita dan menyukseskan orang-orang disekitar kita,,, kalau ingin tahu kesuksesan kita coba lihat perkembangan keluarga kita,,, istri dan anak-anak kita maju tidak??? lihat sanak saudara kita pada maju tidak??? Jangan sampai kita sendirian yang maju,,, tapi sanak saudara kita hidup dalam kesulitan,,, ekonominya seret,,, pendidikan seret,,, sedang kita tidak ada kepedulian... Berarti itu sebuah kegagalan,,, kedewasaan seseorang itu dilihat dari bagaimana kemampuan memegang amanah??? Wallahu’alam


—and/mikha—
manajemenqolbu.com



Sumber : Daarut Tauhiid Jakarta
Selengkapnya...

Senin, 29 Desember 2008

Selamat Tahun Baru Hijriah

Tahun lalupun berkesan
Masih melambai di puncang kenangan
Kenangan manis
Kenangan pahit
Antara tawa dan tangis
Antara do'a dan dosa

Tahun barupun kini datang kembali
Membuat lembaran bagi insan beriman
Buat tulisan tinta-tinta kebaikan
dan merangkul kesunyian yang bertaburan

Hari-hari yang hadir di tahun baru ini
adalah pangkal pancaran kalam Illahi
buat penerang hidup manusia di setiap saat

Membunuh segala nafsu
Membunuh segala dengki
hingga rongga-rongga dan qalbu
yang penuh terisi dengan taqwa
Selengkapnya...

Kamis, 25 Desember 2008

Tahun Baru Hijriyah

Sebentar lagi kita akan memasuki tahun baru hijriah,,, tepatnya kita akan memasuki bulan muharram. Yang berarti kita akan meninggalkan tahun lalu,,, dan memasuki tahun baru hijriah,,, yakni tahun baru 1 Muharram 1430 H, atau bertepatan dengan 29 Desember 2008...

Itu artinya,,, hijrah Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam... Beserta para sahabatnya ke madinah telah berumur 1430 tahun... Sebuah peristiwa bersejarah yang patut dikenang...

Didalam tahun baru hijriah ini selayaknya,,, kita sebagai muslim yang taat,,, mengintrospeksi diri dengan semua apa-apa yang telah kita perbuat... Dan memilih semua bentuk amalan yang baik untuk tetap kita pertahankan dan kita tingkatkan porsi amalan yang baik untuk kita kerjakan... Dan meninggalakan semua perbuatan yang tidak bermanfaat,,, baik untuk diri kita ataupun orang sekitar kita...

Didalam tahun baru ini,,, kita senantiasa berusaha untu menjadi hamba Allah SWT yang taat akan perintahnya, dengan menjalankan semua kewajiban dan menjauhi segala larangannya... Dan bukanlah Allah SWT telah berfirman bahwa manusia adalah hambanya yang memiliki tugas untuk beribadah... Kalaulah ditahun-tahun lalu kita masih sering melakukan berbagai kekurangan,,, maka marilah kita kejar kekurangan-kekurangan itu dengan semangat memperbaiki diri menuju kesempurnaan,,, baik itu dalam beribadah,,, bekerja,,, bermasyarakat,,, dan berkreasi...

Dan jika dimasa-masa lalu masih banyak berbagai keburukan yang kita lakukan,,, maka marilah kita ganti keburukan itu dengan semangat memperbanyak amalan-amalan saleh... Kapan lagi kita memperbaiki diri,,, kalau bukan dimulai dari sekarang??? Dan pantaskah kita menundanya??? Padahal kita tidak tahu kapan kehidupan didunia ini berakhir??? Dan juga ingatlah!!! bahwa Allah SWT tidak menjadikan kehidupan didunia ini abadi,,, firmannya dalam Al-Qur'an surat Al-Anbya 34-35 yang artinya : Kami tidak menjadikan hidup abadi bagi seorang manusiapun sebelum kamu Muhammad, maka jika kalau kamu mati, apakah mereka akan kekal? Tiap-tiap bernyawa akan merasakan mati, kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan. Dan kepada kamilah kamu sekalian dikembalikan.

Ayat diatas sungguh sangat jelas menerangkan,,, bahwa kehidupan didunia ini tidak kekal, dan semua yang bernyawa pasti akan merasakan kematian...

Tanda tanda zaman menuju kiamat sudah banyak terjadi... Allah SWT sudah memberikan kita nikmat Iman,,, nikmat Islam,,, akal dan pikiran yang mana berbeda dengan makhluk Allah SWT yang lainnya yaitu hewan dan jin... Oleh karena itu gunakanlah nikmat yang telah Allah SWT berikan tersebut guna meningkatkan keimanan dan ketaqwaan dengan rasa cinta dan harap kepada Allah SWT semata...

Semoga kita menjadi hamba yang pandai bersyukur kepada Allah SWT karena hamba yang pandai bersyukur adalah golongan yang sedikit... aamiin...
Selengkapnya...

Rabu, 10 Desember 2008

Idul Adha

Walau Hari Raya Idul Adha sudah lewat 2 hari yang lalu tapi ga da salahnya kan bila qu sedikit mengulas tentang Idul Adha...

Kata Idul Adha (عيد الأضحى) artinya kembali kepada semangat berkurban. Berbeda dengan Idul Fitri yang artinya kembali kepada fitrah. Bila Idul Fitri berkaitan dengan ibadah Ramadhan, di mana setiap hamba Allah selama Ramadhan benar-benar disucikan sehingga mencapai titik fitrah yang suci, tetapi dalam Idul Adha tidak demikian. Idul Adha lebih berupa kesadaran sejarah akan kehambaan yang dicapai nabi Ibrahim dan nabi Ismail alaihis salam. Karenanya di hari tersebut ibadah yang paling utama adalah menyembelih kurban sebagai bantuan terhadap orang-orang miskin.

Dalam perspektif penanggalan, Dzulhijjah merupakan bulan ke-12 (dua belas) yang sekaligus bulan terakhir dalam penanggalan Hijriah. Penanggalan Hijriah merupakan sistem penanggalan yang didasarkan pada siklus pergerakan Bulan mengelilingi Bumi.

Bulan rata-rata memerlukan 29,53 hari menempuh siklus sinodisnya. Siklus sinodis adalah dasar perhitungan bulan dalam penanggalan yang didasarkan pada penampakan bulan seperti kalender Hijriah dan kalender Cina. Inilah yang mendasari jumlah hari dalam sebulan terdiri dari 29 30 hari.

Pada hari raya ini, umat Islam berkumpul pada pagi hari dan melakukan shalat Ied bersama-sama di tanah lapang, seperti ketika merayakan Idul Fitri. Setelah shalat, dilakukan penyembelihan hewan kurban, untuk memperingati perintah Allah kepada Ibrahim yang menyembelih domba sebagai pengganti putranya.

Hari Raya Idul Adha jatuh pada tanggal 10 bulan Dzulhijjah, hari ini jatuh persis 70 hari setelah perayaan Idul Fitri. Hari ini juga beserta hari-hari Tasyrik diharamkan puasa bagi umat Islam.

Pusat perayaan Idul Adha adalah sebuah desa kecil di Arab Saudi yang bernama Mina, dekat Mekkah. Di sini ada tiga tiang batu yang melambangkan Iblis dan harus dilempari batu oleh umat Muslim yang sedang naik Haji.

Hari Idul Adha adalah puncaknya ibadah Haji yang dilaksanakan umat Muslim.

Dalam surah Ash Shaffat 100-111, Allah swt. menggambarkan kejujuran nabi Ibrahim dalam melaksanakan ibadah kurban. Indikatornya dua hal:

Pertama
, al istijabah al fauriyah yakni kesigapannya dalam melaksanakan perintah Allah sampai pun harus menyembelih putra kesayangannya.

Ini nampak ketika nabi Ibrahim langsung menemui putranya Ismail begitu mendapatkan perintah untuk menyembelihnya. Di saat yang sama ia langsung menawarkan perintah tersebut kepadanya. Allah berfirman:“Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata: “Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah apa pendapatmu!”

Dan ternyata al istijabah al fauriyah ini nampak juga pada diri Ismail ketika menjawab:
“Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu, insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar.”

Kedua, shidqul istislam yakni kejujuran dalam melaksanakan perintah.

Allah berfirman: “Tatkala keduanya telah berserah diri dan Ibrahim membaringkan anaknya atas pelipis (nya), (nyatalah kesabaran keduanya).”

Inilah pemandangan yang sangat menegangkan. Bayangkan seorang ayah dengan jujur sedang siap-siap melakukan penyembelihan. Tanpa sedikitpun ragu. Kata aslamaa yang artinya keduanya berserah diri menunjukkan makna bahwa penyerahan diri tersebut tidak hanya terjadi sepihak, melainkan kedua belah pihak baik dari Ibrahim maupun Ismail. Di sanalah hakikat kehambaan benar-benar nampak. Bahwa sang hamba tidak ada pilihan kecuali patuh secara tulus kepada Tuhannya. Suatu teladan kehambaan yang harus ditiru setiap orang beriman yang berjuang menuju derajat kehambaan. Karenanya pada ayat 100 seteleh itu, Allah menegaskan bahwa keduanya benar-benar hamba-Nya, Allah berfirman: “Sesungguhnya ia termasuk hamba-hamba Kami yang beriman.”

Dari sini nampak bahwa untuk mencapai derajat kehambaan sejati, tidak ada lain kecuali dengan membuktikan al istijabah al fauriyyah dan shidqul istislam. Nabi Ibrahim dan nabi Ismail telah membuktikan kedua hal tersebut. Allah swt. yang Maha Mengetahui telah merekamnya. Bila Allah yang mendeklarasikannya maka itu persaksian yang paling akurat. Tidak perlu diperbincangkan lagi. Bahkan Allah swt. mengabadikannya dengan menjadikan hari raya Idul Adha. Supaya semua hamba Allah setiap tahun selalu bercermin kepada nabi Ibrahim dan nabi Ismail.

Dengan demikian, esensi Idul Adha bukan semata ritual penyembelihan kurban, melainkan lebih dari itu, membangun semangat kehambaan nabi Ibrahim dan nabi Islamil dalam kehidupan sehari-hari.

Yang perlu dikritisi dalam hal ini, adalah bahwa banyak orang Islam masih mengambil sisi ritualnya saja, sementara esensi kehambaanya dilupakan. Sehingga setiap tahun umat Islam merayakan Idul Adha, tetapi prilaku kesehariannya menginjak-injak ajaran Allah swt. Apa-apa yang Allah haramkan dengan mudah dilanggar. Dan apa-apa yang Allah perintahkan diabaikan. Bukankah Allah berfirman udkhuluu fissilmi kaafaah? Tapi di manakah makna kaffah itu dalam dataran kehidupan umat Islam? Karena itu, setiap kita memasuki hari raya Idul Adha, yang pertama kali harus kita gelar adalah semangat kehambaan yang kaffah kepada Allah. Bukan kehambaan sepenggal-sepenggal, atau kehambaan musiman.

Berapa banyak orang Islam yang rajin mentaati Allah di bulan Ramadhan saja, sementara di luar Ramadhan tidak demikian.

Berapa banyak orang Islam yang rajin ke masjid selama di Makkah saja, sementara setelah kembali ke negerinya, mereka kembali berani berbuat dosa tanpa merasa takut sedikitpun.

Penetapan Idul Adha
Bahwa bila umat Islam meyakini, bahwa pilar dan inti dari ibadah haji adalah wukuf di Arafah, sementara Hari Arafah itu sendiri adalah hari ketika jamaah haji di tanah suci sedang melakukan wukuf di Arafah, sebagaimana sabda Nabi saw.:

اَلْحَجُّ عَرَفَةُ

Ibadah haji adalah (wukuf) di Arafah. (HR at-Tirmidzi, Ibn Majah, al-Baihaqi, ad-Daruquthni, Ahmad, dan al-Hakim. Al-Hakim berkomentar, “Hadits ini sahih, sekalipun beliau berdua [Bukhari-Muslim] tidak mengeluarkannya”).

Juga sabda beliau:

فِطْرُكُمْ يَوْمَ تُفْطِرُوْنَ وَأَضْحَاكُمْ يَوْمَ تُضَحُّوْنَ، وَعَرَفَةُ يَوْمَ تُعَرِّفُوْنَ

Hari Raya Idul Fitri kalian adalah hari ketika kalian berbuka (usai puasa Ramadhan), dan Hari Raya Idul Adha kalian adalah hari ketika kalian menyembelih kurban, sedangkan Hari Arafah adalah hari ketika kalian (jamaah haji) berkumpul di Arafah. (HR as-Syafii dari ‘Aisyah, dalam al-Umm, juz I, hal. 230).

Maka mestinya, umat Islam di seluruh dunia yang tidak sedang menunaikan ibadah haji menjadikan penentuan hari Arafah di tanah suci sebagai pedoman. Bukan berjalan sendiri-sendiri seperti sekarang ini. Apalagi Nabi Muhammad juga telah menegaskan hal itu. Dalam hadits yang dituturkan oleh Husain bin al-Harits al-Jadali berkata, bahwa amir Makkah pernah menyampaikan khutbah, kemudian berkata:

أَنْ نَنْسُكَ لِلرُّؤْيَةِ فَإِنْ لَمْ نَرَهُ وَشَهِدَ شَاهِدَا عَدْلٍ نَسَكْنَا بِشَهَادَتِهِمَا عَهِدَ إِلَيْنَا رَسُولُ اللهِ

Rasulullah saw. telah berpesan kepada kami agar kami menunaikan ibadah haji berdasarkan ru’yat (hilal Dzulhijjah). Jika kami tidak bisa menyaksikannya, kemudian ada dua saksi adil (yang menyaksikannya), maka kami harus mengerjakan manasik berdasarkan kesaksian mereka. (HR Abu Dawud, al-Baihaqi dan ad-Daruquthni. Ad-Daruquthni berkomentar, “Hadits ini isnadnya bersambung, dan sahih.”).

Hadits ini menjelaskan: Pertama, bahwa pelaksanaan ibadah haji harus didasarkan kepada hasil ru’yat hilal 1 Dzulhijjah, sehingga kapan wukuf dan Idul Adhanya bisa ditetapkan. Kedua, pesan Nabi kepada amir Makkah, sebagai penguasa wilayah, tempat di mana perhelatan haji dilaksanakan, untuk melakukan ru’yat; jika tidak berhasil, maka ru’yat orang lain, yang menyatakan kesaksiannya kepada amir Makkah.

Wallahu a’lam bishshawab.


Sumber : *dari berbagai sumber*

Selengkapnya...

Rabu, 26 November 2008

Renungan Bagi Kita Semua.....

Semoga bisa menjadi sebuah renungan buat kita......


Imam Ghazali = "Apakah yang paling dekat dengan diri kita di dunia ini?"
Murid 1 = " Orang tua "
Murid 2 = " Guru "
Murid 3 = " Teman "
Murid 4 = " Kaum kerabat "
Imam Ghazali = "Semua jawaban itu benar. Tetapi yang paling dekat dengan kita ialah MATI. Sebab itu janji Allah bahawa setiap yang bernyawa pasti akan mati (Surah Ali-Imran :185)."

Imam Ghazali = "Apa yang paling tajam sekali di dunia ini?"
Murid- Murid dengan serentak menjawab = " Pedang "
Imam Ghazali = " Itu benar, tapi yang paling tajam sekali didunia ini adalah LIDAH MANUSIA Karena melalui lidah, manusia dengan mudahnya menyakiti hati dan melukai perasaan saudaranya sendiri."

Imam Ghazali = "Apa yang paling jauh dari kita di dunia ini?"
Murid 1 = " Negeri Cina "
Murid 2 = " Bulan "
Murid 3 = " Matahari "
Murid 4 = " Bintang-bintang "
Iman Ghazali = "Semua jawaban itu benar. Tetapi yang paling benar adalah MASA LALU Bagaimanapun kita apapun kendaraan kita, tetap kita tidak akan dapat kembali ke masa yang lalu. Oleh sebab itu kita harus menjaga hari ini, hari esok dan hari-hari yang akan datang dengan perbuatan yang sesuai dengan ajaran Agama."

Iman Ghazali = "Apa yang paling besar didunia ini?"
Murid 1 = " Gunung "
Murid 2 = " Matahari "
Murid 3 = " Bumi "
Imam Ghazali = " Semua jawaban itu benar, tapi yang besar sekali adalah HAWA NAFSU (Surah Al A'raf: 179). Maka kita harus hati-hati dengan nafsu kita, jangan sampai nafsu kita membawa ke neraka.."

IMAM GHAZALI = " Apa yang paling berat didunia? "
Murid 1 = " Baja "
Murid 2 = " Besi "
Murid 3 = " Gajah "
Imam Ghazali = " Semua itu benar, tapi yang paling berat adalah MEMEGANG AMANAH (Surah Al-Azab : 72 ). Tumbuh-tumbuhan, binatang, gunung, dan malaikat semua tidak mampu ketika Allah SWT meminta mereka menjadi khalifah pemimpin) di dunia ini. Tetapi manusia dengan sombongnya berebut-rebut menyanggupi permintaan Allah SWT sehingga banyak manusia masuk ke neraka kerana gagal memegang amanah."

Imam Ghazali = " Apa yang paling ringan di dunia ini?"
Murid 1 = " Kapas"
Murid 2 = " Angin "
Murid 3 = " Debu "
Murid 4 = " Daun-daun"
Imam Ghazali = " Semua jawaban kamu itu benar, tapi yang paling ringan sekali didunia ini adalah MENINGGALKAN SHALAT Gara-gara pekerjaan kita atau urusan dunia, kita tinggalkan shalat.."

"sampaikanlah walau satu ayat"....




Selengkapnya...

Rabu, 19 November 2008

Mawar Merah di Langit,,, Tanda Kiamat???

Tulisan ini qU dapat dari kiriman email seorang sahabat....

PERENUNAGAN BAGI KITA SEMUA.....

Subhanallah. ..... Maha benar Allah dengan segala firmanNya ............
Subhanalloh…… Allahu Akbar ……
Semoga kita semua senantiasa mendapatkan Nikmat Iman, Islam & Istiqomah untuk selalu menjalankan Perintah-NYA
Amien ya rabbal'alamin......


AMBIL IKTIBAR WAHAI ORANG YANG MEMPUNYAI PENGLIHATAN ! GAMBAR INI DIREKAM SECARA TIDAK SENGAJA OLEH NASA.... TERDAPAT OBJEK DILANGIT YG PECAH....
DLM BEBERAPA BULAN YG LALU DALAM AKHBAR AL-AHRAM DAN LAMAN WEB NASA IANYA MENJADI BUKTI DALIL KEBENARAN ISLAM....... ALANGKAH BENARNYA ALLAH S.W.T BERFIRMAN;

"SELAIN ITU SESUNGGUHNYA (NGERI) TATKALA LANGIT PECAH-BELAH LALU... MENJADILAH MAWAR MERAH, BERKILAT SEPERTI MINYAK" * * *

AYAT INI MENGGAMBARKAN KEHANCURAN ALAM LANGIT KETIKA HAMPIR KIAMAT
BERINGATLAH DAN JANGAN ALPA KEPADA KEDUNIAAN..................
PERBANYAKKAN KEBAJIKAN DUNIA DAN AKHIRAT...................
DUNIA KIAN HAMPIR KE AKHIR ZAMAN..........


37. Maka apabila langit Telah terbelah dan menjadi merah mawar seperti (kilapan) minyak.
38. Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?

Selengkapnya...

Sabtu, 25 Oktober 2008

BERITA DARI MASJID NABAWI

SEBELUMNYA MAAF UNTUK YG NON MOSLEM.....

BERITA DARI MASJID NABAWI .......
BERITA PENTING..... .....
BERITA UNTUK UMMAT ISLAM DISELURUH DUNIA.

SURAT INI DATANGNYA DARI SYEKH ACHMAD DI SAUDI ARABIA :

"AKU BERSUMPAH DENGAN NAMA ALLAH SWT DAN NABI MUHAMMAD SAW" WASIAT UNTUK SELURUH UMMAT ISLAM DARI SYEKH ACHMAD SEORANG PENJAGA MAKAM RASULULLAH DI MADINAH, YAITU DI MESJID NABAWI SAUDI ARABIA.


"Pada malam tatkala hamba membaca Al-Quran di makam Rasulullah, dan Hamba sampai tertidur, lalu hamba bermimpi. Didalam mimpi hamba bertemu dengan Rasulullah SAW, dan beliau berkata,

"Didalam 60.000 orang yang meninggal dunia, diantara, bilangan itu tidak ada seorangpun yang mati beriman dikarenakan :

1. Seorang istri tidak lagi mendengar kata-kata suaminya.
2. Orang yang kaya yang mampu, tidak lagi melambangkan atau Menimbangkan rasa belas kasih kepada orang-orang miskin.
3. Sudah banyak yang tidak berzakat, tidak berpuasa, tidak sholat dan tidak menunaikan ibadah haji, padahal mereka-mereka ini mampu melaksanakan.

Oleh sebab itu wahai Syekh Achmad engkau sabdakan kepada semua ummat manusia di dunia supaya berbuat kebajikan dan menyembah kepada Allah SWT."

Demikian pesan Rasulullah kepada hamba.
Maka berdasarkan pesan Rasulullah tersebut dan oleh karenanya hamba berpesan kepada segenap Ummat Islam di dunia :

1. Bersalawatlah 20 kepada Nabi Besar kita Muhammad SAW.
2. Janganlah bermalas-malasan untuk mengerjakan sholat 5 ( lima ) waktu.
3. Bershadaqoh dan berzakatlah dengan segera, santuni anak-anak yatim piatu.
4. Berpuasalah di bulan ramadhan serta kalau mampu tunaikan segera ibadah haji.


PERHATIAN :

Bagi siapa saja yang membaca surat ini hendaklah menyalin/mengcopynya, untuk disampaikan orang-orang lain yang beriman.

Hari kiamat PASTI akan tiba, dan batu bintang akan terbit, Al-Quran akan hilang dan matahari akan dekat diatas kepala, saat itulah manusia akan panik.
Itulah akibat dari kelakuan mereka yang selalu menuruti hawa nafsu dalam jiwa.

Dan20Barang siapa yang menyebarkan surat ini sebanyak 20 (dua puluh) lembar dan disebarkan kepada teman-teman/ rekan-rekan anda atau Masyarakat Islam sekitarnya, maka percayalah akan balasan dari ridho Allah SWT.

Amin Yaa Rabbal'Alamin...................
Selengkapnya...

Kamis, 25 September 2008

Minal Aidzin Walfaidzin......

Alhamdulillah tak terasa kita sudah sampe pada hari k-25 di bulan ramadhan,,, itu artinya hari kemenangan segera tiba... Kemenangan wat umat muslim yang setelah 1 bulan penuh menjalankan ibadah shaum... Semoga ibadah shaum kita di terima oleh Allah swt. Amien yaa Rabbal'alamin...

Walaupun masih beberapa hari lagi tapi qU mo ngucapin :


Dapatkan Mesej Bergambar Di Sini


SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1429 H

TAQABBALAHHU MINNA WAMINKUM
SHIYAMANA WASHIYAMAKUM


Ketika mulut salah bicara
Ketika hati berburuk sangka
Banyak tindakan yang menyakiti
Mohon di bukakan pintu maaf
Atas segala Khilaf
Bersihkan hati untuk menyambut
bulan penuh kemenangan

Hati terkadang salah menduga
Lidah terkadang salah berucap
Mari kita sucikan hati
Di bulan yang penuh kemuliaan
Minal aidzin walfaidzin
Mohon maaf lahir dan bathin



wat temen-temen muanya qU minta muv klo selama ini ada kata-kata qU yang kurang berkenan,,, baik yang disengaja ataupun tidak disengaja,,, mohon di muvkan atas segala kesalahan dan kekurangan... Kita manusia tak luput dari salah dan lupa... Maka dari itu kita harus saling mengingatkan dan memuvkan...

Met Idul Fitri y,,, mao mudik dulu nech,,, kangen ma kampung halaman... Bagi temen-temen yang mao mudik juga,,, selamat jalan 'n ati-ati di jalan ya,,, semoga selamat sampai tujuan...


*) gambar dari testi.iluvislam.com
Selengkapnya...

Rabu, 10 September 2008

H I D U P.....

Hidup ini adalah sebuah anugrah yang diberikan Allah kepada kita sebagai umatnya,,, maka sudah sepantasnyalah kita bersyukur atas anugrah yang telah diberikan... Jadi janganlah kita sia-siakan hidup ini untuk hal-hal yang tidak bermanfaat...

Jalanilah hidup ini dengan apa adanya,,, biarkan air mengalir,,, asalkan kita jangan sampai tergelincir dan terbawa arus yang salah...

Hidup ini indah bila kita tau mana jalan yang benar yang harus kita tempuh... Namun apabila kita salah mengambil jalan,,, segeralah berdo'a dan mohon ampun serta petunjuk dari yang Kuasa...

Hidup itu seperti roda terus berputar,,, ga selamanya kita ada dibawah/diatas... dan ga selamanya hidup kita susah atau menderita... Adakalah kita merasakan kebahagian,,, namun ketika diberi kebahagiaan kita jangan sampai lupa diri...

Kadang dalam hidup ini kita selalu dihadapkan pada masalah,,, yang mungkin ga ada habisnya,,, tapi jangan jadikan masalah itu sebagai sebuah beban,,, melainkan sebagai ujian dan cobaan krna ujian dan cobaan merupakan hadiah dari sang Khaliq untuk kita umatnya yang sangat di sayangi,,, agar keimanan kita semakin kuat... Dan jangan sekali-kali menyesali sesuatu yang sudah terjadi,,, karna penyesalan hanya akan membuat hidup kita lebih menderita dan sengsara...

Sepahit apapun kenyataan hidup mu terimalah dengan lapang dada dan penuh keikhlasan,,, krna dengan begitu hidup ini akan terasa lebih indah...

Kita hidup di dunia ini hanyalah sementara,,, dunia ini hanyalah persinggahan menuju hidup yang sesungguhnya yaitu di akhirat nanti...

Isi coretan ini masih banyak kekurangan jadi qU mohon muv dan mohon saran 'n masukannya jg y dr pembaca semuanya....
Selengkapnya...

Senin, 25 Agustus 2008

Marhaban Yaa Ramadhan

Shaum sebentar lagi,,, tinggal menghitung hari.....

Apa aja ceh yang udah kita siapin buat menyambut shaum kali ini???

Banyak hal yang dapat kita lakukan untuk menyambut datangnya bulan Ramadhan,,, bulan penuh ampunan... Ramadhan adalah bulan seribu bulan,,, bulan yang selalu dinantikan oleh setiap Muslim/Muslimah di seluruh dunia....

qU dpt artikel bagus nech dari www.dakwatuna.com

Sepuluh Langkah menyambut Ramadhan

1. Berdo'alah agar Allah SWT. memberikan kesempatan kepada kita untuk bertemu dengan bulan Ramadhan dalam keadaan sehat wal'afiat... Dengan keadaan sehat,,, kita bisa melaksanakan ibadah secara maksimal di bulan itu,,, baik shaum,,, shalat,,, tilawah dan dzikir....
Dari Anas bin Malik R.A. berkata,,, "bahwa Rasulullah SAW. apabila masuk bulan Rajab selalu berdo'a,,, "Allahumma Bariklana Fii Rajab wa sya'ban, wa balighna Ramadhan." Artinya,,, Ya ALLAH, berkahilah kami pada bulan Rajab dan Sya'ban; dan sampaikan kami ke bulan Ramadahan". (HR. Ahmad dan Tabrani)

Para salafush-shalih selalu memohon kepada Allah agar diberikan karunia bulan Ramadhan; dan berdoa agar Allah menerima amal mereka. Bila telah masuk awal Ramadhan, mereka berdoa kepada Allah, ”Allahu akbar, allahuma ahillahu alaina bil amni wal iman was salamah wal islam wat taufik lima tuhibbuhu wa tardha.” Artinya, ya Allah, karuniakan kepada kami pada bulan ini keamanan, keimanan, keselamatan, dan keislaman; dan berikan kepada kami taufik agar mampu melakukan amalan yang engkau cintai dan ridhai.

2. Bersyukurlah dan puji Allah atas karunia Ramadan yang kembali diberikan kepada kita. Al-Imam Nawawi dalam kitab Adzkar-nya berkata, ”Dianjurkan bagi setiap orang yang mendapatkan kebaikan dan diangkat dari dirinya keburukan untuk bersujud kepada Allah sebagai tanda syukur; dan memuji Allah dengan pujian yang sesuai dengan keagungannya.” Dan di antara nikmat terbesar yang diberikan Allah kepada seorang hamba adalah ketika dia diberikan kemampuan untuk melakukan ibadah dan ketaatan. Maka, ketika Ramadhan telah tiba dan kita dalam kondisi sehat wal afiat, kita harus bersyukur dengan memuji Allah sebagai bentuk syukur.

3. Bergembiralah dengan kedatangan bulan Ramadhan. Rasulullah saw. selalu memberikan kabar gembira kepada para shahabat setiap kali datang bulan Ramadhan, “Telah datang kepada kalian bulan Ramadhan, bulan yang penuh berkah. Allah telah mewajibkan kepada kalian untuk berpuasa. Pada bulan itu Allah membuka pintu-pintu surga dan menutup pintu-pintu neraka.” (HR. Ahmad).

Salafush-shalih sangat memperhatikan bulan Ramadhan. Mereka sangat gembira dengan kedatangannya. Tidak ada kegembiraan yang paling besar selain kedatangan bulan Ramadhan karena bulan itu bulan penuh kebaikan dan turunnya rahmat.

4. Rancanglah agenda kegiatan untuk mendapatkan manfaat sebesar mungkin dari bulan Ramadan. Ramadhan sangat singkat. Karena itu, isi setiap detiknya dengan amalan yang berharga, yang bisa membersihkan diri, dan mendekatkan diri kepada Allah.

5. Bertekadlah mengisi waktu-waktu Ramadhan dengan ketaatan. Barangsiapa jujur kepada Allah, maka Allah akan membantunya dalam melaksanakan agenda-agendanya dan memudahnya melaksanakan aktifitas-aktifitas kebaikan. “Tetapi jikalau mereka benar terhadap Allah, niscaya yang demikian itu lebih baik bagi mereka.” [Q.S. Muhamad (47): 21]

6. Pelajarilah hukum-hukum semua amalan ibadah di bulan Ramadan. Wajib bagi setiap mukmin beribadah dengan dilandasi ilmu. Kita wajib mengetahui ilmu dan hukum berpuasa sebelum Ramadan datang agar puasa kita benar dan diterima oleh Allah. “Tanyakanlah kepada orang-orang yang berilmu, jika kamu tiada mengetahui,” begitu kata Allah di Al-Qur’an surah Al-Anbiyaa’ ayat 7.

7. Sambut Ramadan dengan tekad meninggalkan dosa dan kebiasaan buruk. Bertaubatlah secara benar dari segala dosa dan kesalahan. Ramadan adalah bulan taubat. “Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman, supaya kamu beruntung.” [Q.S. An-Nur (24): 31]

8. Siapkan jiwa dan ruhiyah kita dengan bacaan yang mendukung proses tadzkiyatun-nafs. Hadiri majelis ilmu yang membahas tentang keutamaan, hukum, dan hikmah puasa. Sehingga secara mental kita siap untuk melaksanakan ketaatan pada bulan Ramadan.

9. Siapkan diri untuk berdakwah di bulan Ramadhan dengan:

· buat catatan kecil untuk kultum tarawih serta ba’da sholat shubuh dan zhuhur.

· membagikan buku saku atau selebaran yang berisi nasihat dan keutamaan puasa.

10. Sambutlah Ramadhan dengan membuka lembaran baru yang bersih. Kepada Allah, dengan taubatan nashuha. Kepada Rasulullah saw., dengan melanjutkan risalah dakwahnya dan menjalankan sunnah-sunnahnya. Kepada orang tua, istri-anak, dan karib kerabat, dengan mempererat hubungan silaturrahmi. Kepada masyarakat, dengan menjadi orang yang paling bermanfaat bagi mereka. Sebab, manusia yang paling baik adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain.


Semoga artikel ini bermanfaat bagi kita semua,,, dan Ramadhan kali ini lebih baik dari Ramadhan-Ramadhan sebelumnya......

Selamat Menunaikan Ibadah Shaum bagi seluruh kaum Muslim dan Muslimat di seluruh penjuru dunia.......


Selengkapnya...

Minggu, 24 Agustus 2008

Kerudung bukanlah JILBAB

Sekedar mengingatkan,,, bahwa kita sering salah kaprah memaknai (mengucapkan) kerudung dengan jilbab.... Mudah-mudahan artikel dibawah ini bisa menjadi perenungan...

Pakaian wanita dalam kehidupan umum ada 2(dua) yaitu :

  1. Pakaian bawah (libas asfal) yang disebut dengan jilbab.
  2. Pakaian atas (libas a'la) yaitu khimar (kerudung)
Dengan dua pakaian inilah seorang wanita boleh berada dalam kehidupan umum,,, seperti di kampus,,, supermarket,,, jalanan umum,,, kebun binatang atau di pasar-pasar...


Apakah pengertian Jilbab???
Dalam Kitab Al-Mu'jam Al-Wasith halaman 128,,, jilbab diartikan sebagai "Ats tsaubul musytamil 'alal jasadi kullihi" (pakaian yang menutupi seluruh tubuh),,, atau "Ma yulbasu fauqa ats-tsiyab kalmilhafah" (Pakaian rumah yang dikenakan di atas pakaian (rumah),,, seperti milhafah/baju terusan),,, atau Al-Mula'ah tastamilu biha al mar'ah (pakaian luar yang di gunakan untuk menutupiseluruh tubuh wanita)


Jadi jelaslah,,, yang diwajibkan atas wanita mengenakan kain terusan (dari kepala sampai bawah) (Arab : Milhafah/Mula'ah) yang dikenakan sebagai pakaian luar (di bawahnya masih ada pakaian rumah) lalu di ulurkan ke bawah hingga menutupi kedua kakinya....

Jadi,,, Jilbab bukanlah kerudung dan bukan pula kain potongan (rok dan baju panjang),,, tapi baju terusan...

Untuk pakaian atas,,, yaitu khimar,,, syariat telah mewajibkan kerudung atau apa saja yang serupa dengannya yang berfungsi menutupi seluruh kepala,,, leher,,, dan lubang baju di dada... Pakaian jenis ini harus dikenakan jika hendak keluar menuju pasar-pasar atau berjalan melalui jalanan umum.....


Artikel asli dapat anda lihat disini

Semoga Artikel ini bermanfaat bagi para pembaca semua....
Selengkapnya...

Jumat, 22 Agustus 2008

Kerudung Oh... Kerudung

Kerudung nasib mu kini,,, hanya di jadikan sebagai trend saja,,, bukan lagi di jadikan sebagai hiasan mahkota wanita...

Coretan ini terinspirasi dari seorang teman yg bertanya "kenapa kerudung cuma jadi trend saja??? Apakah setelah ga nge-trend lagi mereka ga mau pke kerudung lagi???"

Maka jadilah coretan ini...

Akhir-akhir ini banyak sekali kaum hawa berbondong-bondong untuk memakai kerudung..... Mulai dari yang muda hingga tua... Tapi apakah mereka menggunakan kerudung karna tau itulah kewajiban seorang muslimah atau hanya sebagai tren saja... Kaum Ibu misalnya,,, dulu selagi muda mereka ga pernah menggunakan kerudung,, tapi sekarang setelah uban tumbuh d kepala,,, banyak dari mereka memakainya... Apakah mereka memakai kerudung hanya untuk menutupi uban,,, ataukah memang mereka telah sadar klo itu sudah menjadi kewajibannya...

Di Indonesia kerudung sekarang hanyalah di jadikan trend,,, walau tidak semua tapi hampir seluruh kaum hawa di Indonesia memakai kerudung hanya sebagai gaya atau trend saja...
padahal menutup aurat adalah kewajiban setiap muslimah sejati,,, seperti yang tersurat dalam Surat An-Nur ayat 31...

31. Katakanlah kepada wanita yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinyua agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.

Mudah-mudahan walau awalnya cuma mengikuti tren saja,,, tapi lama-kelamaan mereka menyadari klo memakai kerudung (menutup aurat) itu adalah perintah ALLAH bagi setiap Muslimah yang sudah Akil Baligh...

Sekian dulu coretan saya kali ini... Silahkan tunggu coretan saya selanjutnya....

Bagi para pembaca mohon maaf apabila ada kata-kata saya yang kurang berkenan di hati pembaca sekalian... Mohon maaf apabila ada sebagian pembaca yang tersinggung dengan kata-kata saya,,, saya hanya menyampaikan yang saya alami dan saya lihat...

Coretan ini juga merupakan cambuk bagi saya,,, supaya saya bisa menjadi seorang muslimah yang taat...

Atas saran dan kritik dari pembaca sekalian saya ucapkan terimakasih....

Selengkapnya...